Mendaki Penanggungan


Gunung Penanggungan (1653 mdpl), gunung yang cukup familiar bagi banyak mahasiswa maupun pecinta alam di daerah Surabaya dan sekitarnya karena jaraknya yang relatif dekat dibanding dengan gunung-gunung lain. Selain itu, jalur yang tidak terlalu panjang serta view Pegunungan Welirang-Arjuno yang sangat bagus menjadi daya tarik anak-anak muda baik cowok maupun cewek.
Namun meski tidak terlalu panjang, gunung tetaplah gunung dengan segala karakteristiknya. Ada hutan, trek yang menanjak, suhu yang tak biasa, cuaca tricky/berubah-ubah. Oleh karena itu diperlukan beberapa persiapan dan pengetahuan tentang kegunungan.
Saya sendiri "baru" 5 kali mendaki gunung ini. Beberapa teman saya ada yang lebih sering. Oleh karenanya beberapa kali ada yang bertanya tentang gunung ini kepada saya. Daripada menjelaskan panjang lebar, lebih baik saya tulis disini bagi yang belum pernah mendaki gunung.

Apa saja yang perlu dibawa?
Salah satu pertanyaan yang paling populer bagi yang belum pernah mendaki gunung. Beberapa sama saja dengan perbekalan ke gunung yang lai.
  • Sendal/sepatu gunung. Jangan memakai sendal biasa apalagi high heels, wkwkwk.
  • Tas ransel yang cukup besar dan nyaman. Keril/carier jauh lebih baik.
  • Pakaian dan pakaian cadangan. Jangan yang berbahan jeans.
  • Jas hujan untuk antisipasi hujan karena cuaca gunung kadang sering berubah.
  • Jaket hangat. Jaket berbahan dalam dari polar lebih bagus.
  • Senter, kompor kecil beserta bahan bakarnya untuk masak, korek api.
  • Kresek besar. Entah untuk tempat sampah atau tempat pakaian kotor/basah. Bawalah lebih dari satu.
 Makan dan Minum
 Karena minim sumber air, bawalah air yang cukup untuk minum. Jangan terlalu sedikit agar tidak kehabisan, jangan terlalu banyak agar tidak terlalu berat. Kebutuhan minum tiap individu berbeda.
Untuk makanan, karena minimnya air untuk masak nasi, makanan pokok sebaiknya diganti. Beberapa alternatif nasi antara lain oat, roti, pisang, ketela (telo, bolet). Makanan-makanan itu tidak kalah mengenyangkan.
Saya sarankan membawa cemilan yang banyak karena di gunung biasanya kita selalu lapar, hehe.

Jalur Pendakian
Ada beberapa jalur pendakian Gunung Penanggungan namun yang paling populer dan resmi adalah via Desa Tamiajeng. Tidak ada sumber air di sepanjang jalur ini. Ada dua tempat yang dapat digunakan untuk mendirikan tenda yaitu di puncak bayangan dan di puncak. Puncak bayangan adalah tanah lapang yang cukup luas sebelum puncak sebenarnya. Dari sini puncak terlihat seperti cukup dekat. Lama perjalanan total 4 sampai 5 jam. 3,5 jam sampai puncak bayangan dan 1,5 jam sisanya dari puncak bayangan ke puncak.
Biaya
Biaya izin pendakian dapat berubah sewaktu-waktu. Namun untuk sekadar estimasi biaya, dulu saya tiket masuk lokasi Rp. 7500, parkir motor Rp. 5000. Tambahkan dengan biaya perbekalan, makanan, sewa ini itu, dll.

Tips Tambahan
  • Luangkan waktu dua hari untuk mendaki. Bermalamlah entah di puncak bayangan maupun puncak. Bila beruntung dapat melihat matahari terbit. Meski dapat dijalani hanya dalam satu hari namun travelling buru-buru sungguh tidak menyenangkan.
  • Segala jenis motor dapat masuk. Akses ke lokasi perizinan baik dan tidak ekstrim menanjak/menurun. Ada tempat parkir serta ada warung untuk mengisi perut sebelum pendakian.
  • Sangat disarankan untuk tidak memakai kain berbahan jeans. Jeans sangat tidak nyaman apalagi jika kehujanan kain jadi berat dan susah dikeringkan.
Sementara itu yang bisa saya tuliskan. Kalau ada kurangnya boleh ditambahi. Kalau ada lebihnya bisa dikurangi. Wassalam..

0 Response to "Mendaki Penanggungan"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme