Terjadinya Gunung Berapi
Suka naik gunung kurang afdol jika tidak paham proses terbentuknya. Oleh karena di Indonesia kebanyakan terdapat gunung berapi, maka artikel kali ini akan membahas terbentuknya gunung jenis tersebut.
Gunung berapi masih dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Menurut bentuknya: Strato, Maar, Perisai. Menurut catatan letusan: Tipe A, Tipe B, Tipe C. Menurut tipe letusan: Stromboli, Hawaii, Volkano lemah, Volkano kuat, Merapi, Pelee, St. Vincent. Untuk tipe-tipe tersebut akan dibahas di artikel terpisah.
Kebali ke topik utama, gunung berapi awalnya terbentuk dari gerakan lempeng Konvergen atau saling bertabrakan. Salah satu lempeng menghujam ke bawah, dan satu lainnya ke atas. Tabrakan akan menyebabkan rekahan-rekahan pada lempeng. Nah, rekahan-rekahan itu yang menjadi jalan magma menuju ke permukaan kerak bumi oleh karena tekanan di permukaan lebih rendah. Magma yang keluar tersebut selanjutnya membeku dan menjadi batu sehingga terbentuklah sebuah gunung. Keluarnya magma bisa terjadi bukan hanya sekali, dan bisa berkali-kali sebagai letusan gunung.
Secara teori memang singkat, namun pada proses sebenarnya bisa ribuan tahun. Gunung yang masih aktif berpotensi mengeluarkan magma kembali (meletus). Sedang gunung yang tidak aktif sulit untuk ditentukan, apakah masih istirahat atau memang telah mati. Karena gunung dapat istirahat selama 600 tahun sebelum akhirnya meletus kembali.


11.48
Be



0 Response to "Terjadinya Gunung Berapi"
Posting Komentar