Singa vs Harimau
Singa vs Harimau (kaskus)
Singa lawan Harimau, siapa yang menang? Kelihatannya tidak penting ya. Tapi bisa menjadi perdebatan, bahkan beberapa ahli saja sampai memperdebatkan hal ini. Perdebatan yang tidak penting?
Selama ini gelar raja rimba dipegang oleh Singa. Tidaklah benar kalau rimba diartikan sebagai hutan. Karena singa hidupnya di padang rumput (sabana). Justru harimau yang habitatnya di hutan. Raja rimba = harimau, raja padang rumput = singa. Begitukah?
Ah, tidak penting gelar raja tersebut. Tapi jika kedua hewan secara tidak sengaja bertemu di batas antara hutan dengan sabana misalnya, dan kemudian mereka saling adu kekuatan (karena tidak mungkin mereka say hello dan berpelukan karena lama tak jumpa), siapa yang menjadi pemenang?
Harimau vs Singa (quoracdn.net)
Kita lihat perbandingan spesifikasi di atas kertas antara keduanya terlebih dahulu (jantan vs jantan):
Dimensi Fisik
Harimau dan singa memiliki beberapa subspesies masing-masing. Yang terbesar dari subspesies harimau adalah Harimau Siberia dan Harimau Bengal. Harimau Siberia (250 - 290 cm, 180 - 306 Kg) dan Harimau Bengal (270 -
310 cm, 180 - 258 Kg) masih lebih besar dibandingkan subspesies Singa terbesar yaitu Singa Afrika (145-205 Kg, 250 - 300 cm). Secara dimensi fisik harimau ungul. Tapi singa terlihat lebih besar karena surai di lehernya mungkin.
Kepribadian
Harimau adalah hewan soliter. Kemana-mana sendiri. Hidup sendiri, cari makan sendiri, tidur sendiri, main sendiri, ngobrol sendiri, cuci baju sendiri. Sedangkan singa umumnya hidup berkelompok dengan satu pemimpin singa jantan dan beberapa singa betina. Singa-singa betina mempunyai tugas mencari makan untuk kelompok. Sedang singa jantan bertugas mengawini singa-singa betina. Entah obat kuat merk apa yang dipakai singa jantan.
Ukuran Otak
Sebuah studi dari ilmuwan di universitas Oxford menunjukkan
harimau relatif memiliki volume otak yang lebih besar dibanding singa. Bahkan volume otak harimau Bali yang merupakan harimau terkecil relatif sama
besar bila dibandingkan volume otak singa Afrika Selatan. Volume otak berbanding lurus dengan kecerdasan hewan.
Sampai disini harimau terlihat lebih unggul dibanding singa. Fisik, ukuran otak, hidup sendiri (hidup sendiri harusnya membuat harimau lebih mandiri dan kuat) menjadi keunggulan harimau. Selain itu harimau diyakini oleh para ilmuwan lebih lincah, gesit, cerdas, dan garang dibanding singa. Tapi apakah singa akan menyerah begitu saja jika bertemu harimau? Tidak.
Beberapa video di Youtube menunjukkan pertarungan sengit antara kedua hewan. Singa mampu memberi perlawanan meski kalah lincah dan relatif kalah fisik.
Berikut pendapat para ahli:
- Clyde Beatty
Seorang animal trainer dan pawang macan. Dia memiliki beberapa
harimau, singa, hyena, dan beberapa binatang eksotis lainnya. Dia mengatakan
sejak pertama dia mulai menyatukan harimau dengan singa, sekitar 25 harimau
(dua diantaranya harimau Siberia, sisanya harimau Bengal) mati diterkam singa
di arena sirkus, dari kelompok singa tidak ada yang mati gara-gara harimau
barang satu ekor pun.
- Organisasi Save China's Tiger berpendapat, dari penelitan
terkini mengindikasikan harimau lebih kuat secara fisik dibanding singa. Dari
ukuran umumnya harimau lebih besar dibanding singa. Mayoritas pakar pasti
menjagokan harimau Siberia atau harimau Bengal dibanding singa Afrika.
- John Smith Clarke
Penjinak singa profesional dari Britania. Ia berpendapat
dalam seminarnya di perkumpulan zoological Glasgow sembari menunjukkan
pertarungan aktual yang ditayangkan melalui layar seminar. Dalam 100 kasus
pertarungan antara singa dan harimau, maka 100 pertarungan tersebut akan selalu
dimenangkan oleh harimau. Dia menunjukkan data jika harimau jauh lebih lincah,
gerakannya tidak pernah tidak efektif, meskipun sama-sama kuat dan sama-sama
bersenjata tetapi harimau punya gaya bertarung yang lebih efektif. Harimau
ketika bertarung sering sekali berguling-guling, dia akan terus begitu sampai
menemukan celah untuk mencengkeram singa dan membunuh singa.
- Kailash Shankala
Seorang naturalis dan konservasionis dari India menulis
dalam sebuah bukunya. Disitu ia mengatakan harimau tidak sanggup mengalahkan
singa karena singa memiliki surai rambut panjang yang menutupi lehernya. Itu
menjadi keuntungan sendiri bagi singa. Dia juga menulis dahulu kala pernah
seorang pangeran dari India mengadu harimau dan singa, dalam pertandingan aduan
tersebut singa lah yang berhasil membunuh harimau. Shankala menyimpulkan
kekuatan harimau tidaklah sebanding dengan kekuatan singa.
Wah, ternyata subyektif. Dalam beberapa kasus harimau menang, dan kadangkala singa yang menang. Menurut catatan sejarah beberapa kali hewan ini diadu secara sengaja. Dan hasilnya? Sama saja. Kadang harimau menang, kadang singa yang menang.
Ya memang tidak bisa ditarik kesimpulan secara mutlak. Berat dan ukuran juga menentukan hasil pertarungan keduanya. Harimau memiliki kelebihan pada kelincahan dan agresivitas. Sedang singa juga mempunyai kekuatan pertahanan berupa surai di leher yang cukup efektif.
Keduanya mempunyai penggemar manusia masing-masing. Agak aneh tapi memang begitu kenyataannya. Manusia mengidolakan hewan, hihihi. Tapi jangan sampai karena ingin tahu siapa yang lebih kuat, ada orang yang tega mengadu kedua hewan ini.
Singa dan harimau telah terancam punah. Beberapa subspesies kucing besar ini malah sudah dinyatakan punah, seperti Harimau Bali dan Harimau Jawa milik Indonesia. Sayang sekali jika dua hewan eksotis ini tinggal nama.







12.33
Be




